Tampilkan postingan dengan label mini teenlit. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label mini teenlit. Tampilkan semua postingan

Amelya


Amelya

Mini Teenlit Oleh R. Panji Bhairawa

AKU tak akan berhenti berharap walau itu hanya setitik cahaya saja” kucoba kirimkan pesan singkat itu kembali. Cukup lama menanti balasan pesan hingga aku harus mengulangnya sampai dua kali. Aku masih termenung hingga tanpa sadar taksi yang membawaku mulai memasuki kawasan bandara internasional Soekarno-Hatta.

”Bang, sudah sampai!” suara sopir taksi menyadarkan lamunan.

Kuperhatikan sekeliling, ruang tunggu terminal tampak sesak dengan para calon-calon penumpang yang barangkali akan segera kembali ataupun berpergian ke suatu tempat yang mereka impikan. Sejenak aku mematung, sekali lagi kusapukan pandangan diantara pengantar, para sopir taksi, dan petugas bandara. ”Barangkali ia sudah disini!” batinku berucap.

Selengkapnya baca disini,...

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS
Read Users' Comments (0)

Hanya Malam Jumat Kliwon


Hanya Malam Jumat Kliwon

by: R. Panji Bhairawa


BULAN tepat menjatuhkan cahayanya pada bidang-bidang di permukaan bumi. Awan malam yang berintegral dengan kerlip bintang semakin mempercantik pemandangan tiap mata yang melihat. Bila sudah seperti ini, pastilah Junet nangkring di beranda atas. Tak banyak yang ia lakukan, selain memandang langit dan menantikan bintang jatuh. Paling-paling jika bete mulai menyerang, ia segera memutar mp3 dari ponselnya sembari mengunyah permen karet yang mungkin udah berhari-hari mangkal di rongga mulutnya. Namun, sejak peristiwa malam minggu yang lalu, Junet tidak lagi berani berlama-lama memanjakan diri di loteng atas. Ia begitu menderita setiap kali mengingat kejadian itu.


Selengkapnya baca disini,....

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS
Read Users' Comments (0)